CINTA I DAHULU ALLAH DAN RASUL-NYA, BARU YANG LAIN ?.....


Banyak definisi yang membahas tentang cinta namun kesemunya berujung pada suatu kata yaitu rela berkorban demi apa yang mereka cintai, baik perasaan, harta, tahta, tenaga, waktu dan masih banyak lagi. Kesemuanya di korbankan hanya satu tujuannya untuk sesuatu yang dicintai. Dari prespektif diatas saya ingin meluapkan pemikiran saya tentang cinta.

Pertama cinta itu harus ada pondasinya agar cinta itu tidak ngawur dalam mencitai dan pondasi tersebut adalah iman. Sesuai hadits Rasulullah yang dinuklikan oleh imam ahmad bahwasannya “Dari Anas Bin Malik dari Nabi Shallahu’alaihi wasallam bersabda,”Tidak sempurna iman salah seorang kalian sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih cintai daripada selainnya, dan hingga ia dilempar ke neraka lebih disukainya daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya. Dan tidak sempurna iman salah seorang kalian sehingga saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orangtuanya atau manusia semuanya.”(HR. Ahmad)

Dari penjelasan hadits diatas dimaksudkan agar kita sebelum terjun mencintai sesuatu kita seyogya mencintai Allah dan Rasul-Nya dulu sebagai pondasi dasar dan pegangan teguh untuj kita mencintai sesuatu tersebut. Agar tidak berlebihan dan mendapat petunjuk dari Allah SWT mana yang pantas kita cintai dan mana yang tidak panta untuk kita cintai. 

Dari penjelasan hadits diatas saya mensingkronkan hadits dari Imam Ahmad tersebut dengan hadist yang Rasul dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.” Perwujudan contoh bila kita mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Jadi logikanya begini, bila kita mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi apapun menurut hadits dari Imam Ahmad maka pada saat kita mencitai sesuatu kita akan mendapat petunjuk dan petunjuk itu pertama adalah kita diarahkan oleh Allah SWT untuk mencintai apa yang dihalalkan bagimu. Yang kedua selain halal juga kita diarahkan lagi kepada suatu kebaikan yaitu menikahi sesuatu yang membuat kita menjadi beruntung dalam perwujudan perempuan yang beragama (Islam) dalam tanda kutip sholehah. Bukan hanya itu saja bila kita mencitai Allah SWT dan Rasul-Nya maka kita akan diberikan jodoh yang baik dan orang yang mencitai Allah dan Rasul-Nya dipastikan dia adalah orang yang baik sebab dia rela berkorban melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh Allah dan Rasul-nya sehinga dia menjadi baik dan orang baik akan mendapat jodoh yang baik pula sesuai dengan surat An-Nur ayat 26 “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”.

So jadi bila kita mencintai sesuatu yang didasari dengan mencitai Allah dan Rasul-Nya dahulu dipastikan kita akan mendapat semua kebaikan dari hal tersebut sebab kita didasari dengan pondasi yang kuat yaitu Iman. Mari kita menjadi hamba Allah yang beriman dengan mencitai Allah dan Rasul-Nya dahulu baru mencitai sesuatu diluar itu insyallah berkah, amin.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar