Banyak
definisi yang membahas tentang cinta namun kesemunya berujung pada suatu kata
yaitu rela berkorban demi apa yang mereka cintai, baik perasaan, harta, tahta,
tenaga, waktu dan masih banyak lagi. Kesemuanya di korbankan hanya satu
tujuannya untuk sesuatu yang dicintai. Dari prespektif diatas saya ingin
meluapkan pemikiran saya tentang cinta.
Pertama
cinta itu harus ada pondasinya agar cinta itu tidak ngawur dalam mencitai dan
pondasi tersebut adalah iman. Sesuai hadits Rasulullah yang dinuklikan oleh
imam ahmad bahwasannya “Dari Anas Bin Malik dari Nabi Shallahu’alaihi wasallam
bersabda,”Tidak sempurna iman salah seorang kalian sehingga Allah dan Rasul-Nya
lebih cintai daripada selainnya, dan hingga ia dilempar ke neraka lebih
disukainya daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya. Dan
tidak sempurna iman salah seorang kalian sehingga saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orangtuanya atau manusia
semuanya.”(HR. Ahmad)
Dari
penjelasan hadits diatas dimaksudkan agar kita sebelum terjun mencintai sesuatu
kita seyogya mencintai Allah dan Rasul-Nya dulu sebagai pondasi dasar dan
pegangan teguh untuj kita mencintai sesuatu tersebut. Agar tidak berlebihan dan
mendapat petunjuk dari Allah SWT mana yang pantas kita cintai dan mana yang
tidak panta untuk kita cintai.
Dari penjelasan hadits diatas saya mensingkronkan hadits dari Imam Ahmad tersebut dengan hadist yang Rasul dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.” Perwujudan contoh bila kita mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Dari penjelasan hadits diatas saya mensingkronkan hadits dari Imam Ahmad tersebut dengan hadist yang Rasul dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.” Perwujudan contoh bila kita mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Jadi
logikanya begini, bila kita mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi apapun
menurut hadits dari Imam Ahmad maka pada saat kita mencitai sesuatu kita akan
mendapat petunjuk dan petunjuk itu pertama adalah kita diarahkan oleh Allah SWT
untuk mencintai apa yang dihalalkan bagimu. Yang kedua selain halal juga kita
diarahkan lagi kepada suatu kebaikan yaitu menikahi sesuatu yang membuat kita
menjadi beruntung dalam perwujudan perempuan yang beragama (Islam) dalam tanda
kutip sholehah. Bukan hanya itu saja bila kita mencitai Allah SWT dan Rasul-Nya
maka kita akan diberikan jodoh yang baik dan orang yang mencitai Allah dan
Rasul-Nya dipastikan dia adalah orang yang baik sebab dia rela berkorban
melaksanakan apa-apa yang diperintah oleh Allah dan Rasul-nya sehinga dia
menjadi baik dan orang baik akan mendapat jodoh yang baik pula sesuai dengan
surat An-Nur ayat 26 “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak
baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula.
Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang
baik”.
So
jadi bila kita mencintai sesuatu yang didasari dengan mencitai Allah dan
Rasul-Nya dahulu dipastikan kita akan mendapat semua kebaikan dari hal tersebut
sebab kita didasari dengan pondasi yang kuat yaitu Iman. Mari kita menjadi
hamba Allah yang beriman dengan mencitai Allah dan Rasul-Nya dahulu baru
mencitai sesuatu diluar itu insyallah berkah, amin.
0 komentar:
Posting Komentar